SATU BUMI Pendidikan Lanjut Divisi Panjat di Tebing Nglanggeran – SATU BUMI

SATU BUMI

Mahasiswa Penggiat Alam Bebas Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Pendidikan Lanjut Divisi Panjat di Tebing Nglanggeran

June 30, 2018 by admin

Perjalanan ini dimulai dengan kemoloran satu jam dari rundown yang sudah dibuat. Bukan suatu permulaan yang baik bagi rombongan. Namun, ini adalah awal dari banyak cerita suka-duka selama kegiatan Materi Lapangan pertama Pendidikan Lanjut 2018 berlangsung nantinya. Pada tanggal 10 Maret 2018 pukul 14.30 WIB, rombongan yang terdiri dari Rina (Anggota Mula), Juandi (Anggota Mula), dan Prasetyo (Anggota Mula) sebagai peserta Pendidikan Lanjut 2018; Eldiansyah (BUMI 15.171) dan Farhan (BUMI 12.157) sebagai pemateri; serta Fauzia (BUMI 17.180) sebagai Penanggung Jawab (PJ) melakukan upacara bersama anggota lainnya dan menyanyikan himne dengan hikmat di depan sekretariat SATUBUMI. Setelah teriakan “TAHU!” mengembung di udara, suara kendaraan motor menggantikan teriakan dan memberikan pertanda bahwa rombongan sudah berangkat menuju lokasi tebing.

Dibutuhkan waktu selama satu setengah jam untuk tiba di lokasi dengan keadaan lalu lintas akhir pekan yang padat. Sesampainya di sana, rombongan langsung menyiapkan tenda di camping ground. Setelah tenda berdiri, kegiatan dilanjutkan dengan transfer ilmu yang dimulai pukul 17.30 WIB. Ilmu yang disampaikan adalah materi pengenalan alat panjat.

Penyampaian materi ini dilakukan oleh Eldi. Materi ini disampaikan dalam bentuk simulasi langsung memasang pengaman pada tebing. Pemateri ini sedikit galak. Tidak jarang ia mendeham demi memberi tekanan kepada peserta. Tidak jarang juga peserta merasa tak-tertekan oleh tekanan itu.

Materi pertama ini selesai pada pukul 18.20 WIB. Selanjutnya para peserta dipersilakan untuk memasak dan makan malam. Hal yang spesial pada malam itu adalah makanan dan lanskap Kota Yogyakarta. Siapa yang tidak tergoda dengan rayuan cah kangkung dengan kuah hitam (akibat tidak dicuci). Bagaimanapun makanan tersebut tetap terasa nikmat walau rasanya biasa saja. Seperti nasi tanpa lauk. Semua makanan malam itu ibarat nasi. Lauknya adalah lansekap Kota Yogyakarta dengan gemerlap lampu kota  milenial. Sungguh kenikmatan makan malam di bawah Tebing Nglanggeran.

Memasak bersama di gazebo pada camping ground

Memasak bersama di gazebo pada camping ground

Setelah makan malam, tim melanjutkan evaluasi untuk mengukur sejauh mana kegiatan ini meleset dari rundown yang telah dibuat. Selain itu, evaluasi juga dibuat untuk mengetahui kesan peserta Pendidikan Lanjut 2018 pada materi lapangan pertama ini. Banyak sekali hasil evaluasi di malam itu. Kadang kala kepala peserta terlihat berasap. Namun kepala penanggung jawab dan pemateri terlihat lebih berasap. Sesekali haluan pembicaraan dinyasarkan pada hal-hal saru. Namun siapa sangka, dalam kesaruan itu terdapat keseruan walau masih terbayang hitamnya kuah cah kangkung tadi.

Evaluasi selesai pada pukul 22.30 WIB. Selanjutnya adalah acara bebas, maka semua dibebaskan. Mulai dari boleh tidur, boleh pura-pura tidur, boleh nge-guyon. Kemudian rombongan ini bertambah dua orang dengan kedatangan Yusri dan Laras. Obrolan berlanjut ngalor ngidul sampai akhirnya satu per satu gugur menggugurkan kekuatan mata menahan kantuk.

DSC00932

Pada camping ground terdapat pendopo yang dapat ditiduri,
gazebo, serta tanah datar yang luas untuk mendirikan tenda

Hari pun berganti, pukul 05.00 WIB para peserta bangun dari tidurnya. Divisi konsumsi mulai memasak untuk sarapan. Pada pukul 07.40 WIB, rombongan menyantap sarapan. Entah apa penyebabnya namun sarapan ini terlihat sangat menggairahkan rombongan. Seperti semua paham bahwa setelahnya akan ada kegiatan menguras tenaga yang banyak. Benar saja, pukul 08.20 sampai 12.40 WIB dilakukan pemanjatan.

Jalur yang digunakan adalah jalur scrambling yang terletak di sebelah timur camping ground, kami biasa menyebutnya sebagai jalur everybody can karena kemiringannya yang lebih dari 90 derajat membuat jalur tersebut relatif mudah dipanjat. Terdapat jalur lain yang terletak persis di sebelah kanan jalur tersebut dan di beberapa lokasi lainnya baik di sekitar maupun di luar camping ground, tetapi kali ini kegiatan pemanjatan hanya dilakukan pada satu jalur sehingga jalur lain tersebut tidak digunakan. Peserta melakukan pemanjatan sampai enam runner secara bergantian. Semua kebagian untuk melakukan leading, belaying, dan cleaning. Kegiatan pemanjatan ini diberhentikan oleh suara perut yang menandakan agar disegerakannya mendapat asupan makan siang. Pukul 13.55 WIB, tim sudah selesai makan siang dan bersedia melanjutkan pemanjatan lagi sampai pukul 14.30 WIB.

DSC00996

Rina sebagai leader

Sore mulai tiba dan hujan mulai turun. Dengan cepat tim melakukan pengamanan alat untuk dilarikan sementara ke pendopo. Di pendopo selanjutnya semua barang dicek dan di-packing ke dalam tas. Setelah melakukan bersih-bersih, pukul 16.00 WIB rombongan melakukan foto bersama dan melanjutkan perjalanan pulang ke sekretariat SATU BUMI. (Prasetyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *