SATU BUMI Laporan Operasional Posko SATU BUMI Termin I (29 September – 5 Oktober 2018) – SATU BUMI

POSKO SATU BUMI

Tanggap Bencana Untuk SULTENG

Laporan Operasional Posko SATU BUMI Termin I (29 September – 5 Oktober 2018)

October 11, 2018 by admin

Laporan Operasional Termin I

Posko Tanggap Bencana Palu

Pada hari Jumat, tanggal 28 September 2018 pukul 17:02:45 telah terjadi gempa tektonik dengan koordinat episentrum gempa di 0.20 LS dan 119.89 BT dan kedalaman gempa 11 km. Lokasi pusat gempa berada 26 km sebelah utara Donggala dan memiliki kekuatan M 7.4. Berdasarkan press release BMKG, gempa tersebut berpotensi menimbukan tsunami dan gelombang laut tinggi dengan perkiraan ketinggian mencapai 0.58 m. Gelombang yang dihasilkan disebabkan oleh pergerakan dasar laut dan runtuhan sedimen di dasar Teluk Palu pada kedalaman 200 – 300 m. Oleh sebabnya, gelombang yang menyapu daratan di sekitar Teluk Palu lebih keruh.

Gambar 1. Peta distribusi getaran gempa (sumber: BMKG, 2018).

Gambar 2. Dampak sebaran gempa bumi (sumber: USGS, 2018)

Penyebab gempa adalah pegerakan Sesar Palu Koro (Palu-Koro Fault (PKF)). Sesar ini merupakan sesar terpanjang kedua di Indonesia setelah Sesar Semangko di Pulau Sumatera dan memanjang sepanjang lebih dari 200 km (Watkinson & Hall, 2011; Pakpahan, Ngadmanto, Masturyono, 2015) dan bergeser 32 -45 mm/tahun. Pergerakan mendatar mengiri (Slike-Slip Sinistral) dari PKF tersebut mengakibatkan gempa bumi berjenis gempa dangkal Sulawesi sendiri berada di pertemuan 3 lempeng sehingga rentan terhadap pergerakan tektonik.

Gambar 3. Sebaran lempeng tektonik di Indonesia (sumber: Muraoka, Nasution, Simanjuntak et al., 2005)

 

Laporan Kegiatan Posko Tanggap Bencana

Posko Tanggap Bencana memulai pergerakan semenjak hari Sabtu tanggal 29 September 2018. Langkah pertama pembentukan posko adalah dengan pembukaan nomor rekening untuk donasi dengan nomor Rekening Bank Mandiri 138 – 001 – 223 – 0053 atas nama Muhammad Harits F. setelah pembukaan kanal bantuan pertama telah ditetapkan dan dipublikasikan, langkah berikutnya yang diambil oleh posko adalah keberangkatan potensi relawan. Adalah Muhammad Fauzan Affandi (Fauzan) yang tengah berada di Lombok untuk tanggap bencana Gempa Lombok segera memberikan tanggapan dan siap untuk diberangkatkan. Setelah berkoordinasi, Fauzan kemudian diberangkatkan pada tanggal 1 Oktober 2018.

Perjalanan Fauzan dimulai dari kota Makasar sebab akses untuk menuju daerah terdampak belum dapat digunakan secara leluasa. Pada tanggal 1 Oktober 2018, seluruh akses keluar masuk daerah terdampak melalui Bandara Mutiara diprioritaskan untuk evakuasi korban menuju daerah yang lebih aman. Terjadi penumpukan dan antrian pengungsi yang hendak keluar dari daerah terdampak. Dari luar daerah terdampak sendiri, bantuan yang masuk diprioritaskan bantuan hidup dasar sehingga arus lalu lintas keluar masuk daerah terdampak masih relatif sulit. Hal tersebut diperparah dengan terganggunya akses melalui jalur darat oleh sebab putusnya jalan di berbagai titik.

Fauzan tiba di Makasar pada hari Senin tanggal 1 Oktober 2018. Di Makasar, Fauzan berkoordinasi dengan Mapala 09 Fakultas Teknik Universitas Hasanudin yang juga tengah bersiap untuk mengirimkan bantuan ke daerah terdampak. Direncanakan Fauzan akan berangkat dengan rombongan bantuan dari Fakultas Teknik Unhas.

Pada hari Selasa, Ilham Heiro Sirtiantus (Ilham) kemudian menyediakan diri untuk memperkuat potensi tenaga relawan di lapangan. Ilham kemudian berangkat ke Makasar pada hari Selasa pukul 20.00 dari Padang. Setelah berkoordinasi ulang, Ilham dan Fauzan akhirnya menggabungkan diri dengan potensi dari Tim Relawan Kemanusiaan INSISt (TRK INSISt). Pada hari itu juga potensi di lapangan berbelanja logistik awal untuk keperluan psko di lapangan.

    

Gambar 4. a & b Packing Logistik; c Tim Relawan Lapangan

Koordinasi antara Fauzan, Ilham, dengan tim TRK INSISt menghasilkan poin-poin arahan pergerakan tim lapangan yakni:

  1. Pola Koordinasi Tim TRK Insist Sulteng terdiri dari POSKO INDUK (Taman Belajar Ininnawa, Maros), POSKO TRANSIT (Paham Mamuju), dan POS LOKAL: Pos Limboro (Donggala), Pos Palu dan Pos Sigi.
  2. Tim TRK memfokuskan pada proses pemeriksaan kondisi POS LIMBORO terlebih dulu. Pemeriksaan ini untuk mempermantap keberadaan Pos yang memungkinkan kerja-kerja pengorganisasian pengungsi di wilayah-wilayah pengungsian yang ditangani oleh Pos Limboro. Adapun item yang dipersiapkan meliputi:
    1. Sistem komunikasi Pos [dan antar pos/posko induk],
    2. Ketersediaan logistik relawan,
    3. Pemantapan Basecamp,
    4. Ketersediaan sarana transportasi,
    5. Cek keamanan posko, dan
    6. sistem koordinasi
  3. Kemudian, Tim TRK melakukan assessment kebutuhan dari para pengungsi dan mengecek kondisi pengungsian (fisik dan non-fisik) yang menjadi tanggung jawab Pos Limboro—telah tersedia Instrumen pendataan.
  4. Hasil asessement akan dianalisis untuk kemudian menjadi bahan merencanakan jenis intervensi terhadap korban/penyintas.
  5. Durasi assessment yang dibutuhkan adalah 7 hari (dengan perjalanan)
  6. Tim Assesment yang akan ke Donggala/Palu adalah

1. Tulus Sunarko (koordinator)
2. M. Imran
3. Andi Mursan
4. Muh. Fauzan Affandi
5. Pujo Handoko
6. Ilham Heiro Sirtiantus
7. Tim membawa sejumlah logistik untuk Pos Limboro (dan Pos Palu—jika mencukupi) dan Pengungsi (jumlahnya disesuaikan dengan ketersediaan dana TRK di awal ini)
8. Logistik terdiri dari kebutuhan pangan, medik, listrik, ATK, dll.

Berdasarkan poin-poin diatas, fokus awal tim lapangan adalah melakukan assessment kondisi penyintas dan titik kumpul penyintas daerah terdampak, melakukan koordinasi dengan pihak terkait, dan memberikan bantuan awal.
Bersamaan dengan koordinasi tim lapangan, Posko Tanggap Bencana Palu di Sekretariat SATU BUMI kemudian membentuk struktur keposkoan dan tindak lanjut penggalangan bantuan. Untuk struktur keposkoan dapat dilihat di Gambar 5.

Gambar 5. Struktur Posko Tanggap Bencana

Struktur Posko didesain untuk secara penuh mendukung kebutuhan assessment tim lapangan sesuai arahan dari yang bersangkutan. Terdapat 2 fungsi awal posko SATU BUMI yakni:

  1. Mendukung kebutuhan tim lapangan dan assessment dengan:
    a. Penyediaan data sekunder dan data spasial
    b. Membangun jaringan dengan berbagai pihak terkait
  2. Penggalangan bantuan untuk lingkup Fakultas Teknik dan sekitarnya.

Posko SATU BUMI bergerak dibawah naungan Forum Sosmas Teknik (FORSAT). Pergerakan FORSAT untuk penggalangan bantuan adalah dengan menyelenggarakan event berupa bazar dan konser amal pada hari Jumat tanggal 5 Oktober 2018.

Sementara di lapangan, persiapan logistik untuk lapangan dilakukan hingga hari Rabu tanggal 3 Oktober 2018. Pada pukul 19.40, rombongan berangkat menuju Donggala bersama konvoi bantuan dari TRK INSISt. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 40 jam. Rombongan sempat berhenti untuk beristirahat di Polewali Mandar. tim juga sempat berhenti untuk menunggu solar di SPBU Belang-belang.

Pada hari Jumat, pukul 08.00 tim telah tiba di Pasangkayu untuk bergabung dengan konvoi bantuan. Tim akhirnya tiba di Posko Induk Bantaya, Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala. Setibanya tim di Limboro, tim segera berkonsolidasi untuk memulai kegiatan assessment pada hari Sabtu 6 Oktober 2018.

Gambar 6. Suasana Perjalanan Tim Lapangan

Di posko SATU BUMI, hari Jumat malam diadakan koordinasi Termin 1 untuk mengevaluasi kinerja posko dan menentukan langkah posko kedepannya. Dari hasil koordinasi didapatkan poin-poin sebagai berikut.

  1. Posko Tanggap Bencana Palu diperpanjang hingga hari Sabtu 13 Oktober 2018.
  2. Fokus posko pada termin II adalah:

a. Mendukung kebutuhan assessment
b. Penyaluran bantuan melalui tim lapangan
c. Studi dan persiapan termin III.

Ringkasan pergerakan Posko Tanggap Bencana Palu

Tanggal Tim Lapangan Posko Tanggap Bencana
Sabtu, 29 September 2018 Perencaan pemberangkatan Fauzan ke Palu Pembukaan rekening
Minggu, 30 September 2018 Pematangan keberangkatan tim lapangan Penggalangan dana
Senin, 1 Oktober 2018 Keberangkatan Fauzan menuju Palu Penggalangan dana
Selasa, 2 Oktober 2018
  • Koordinasi dengan tim Mapala 09 Fakultas Teknik Unhas
  • Keberangkatan Ilham menuju Makasar
Pembentukan struktur dan fungsi Posko
Rabu, 3 Oktober 2018 Persiapan logistik dan packing
  • Pengumpulan data sekunder (tim data)
  • Persiapan bazar dan konser amal (tim penggalangan dana)
Kamis, 4 Oktober Keberangkatan tim menuju Donggala (pukul 19.40) Rapat persiapan bazar dan konser amal (tim penggalangan dana)
Jumat, 5 Oktober
  • Sampai di Pasangkayu (pukul 08.00)
  • Tiba di Posko Bantaya, Desa Limboro, Kec. Banawa Tengah (Pukul 11.00)
  • Konser dan bazar amal
  • Evaluasi dan koordinasi persiapan Termin II